Tampilkan postingan dengan label November 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label November 2016. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016 (Bgn 3)


Dalam berinteraksi dengan orang lain hendaknya menggunakan ketulusan hati, tidak boleh menggunakan hati yang semu, di dalam klasik ajaran Konfusius juga menyebutkan tentang ketulusan hati yakni diantaranya adalah klasik berjudul “Zhongyong (doktrin jalan tengah)”, “Daxue (pelajaran agung)”.

Setelah membaca buku tersebut hingga jadi paham, barulah apa yang dipelajari bisa jadi efektif, digunakan di dalam pembinaan diri, sehingga sepanjang hidup jiwa raga senantiasa sehat dan usia panjang, bersukacita dan berbahagia, begini barulah kayak manusia, jadi bukannya sepanjang hari, siang malam wajahnya murung terus, manusia harus hidup dengan bahagia.

Konfusius senantiasa bersukacita dan berbahagia, jadi Konfusius tidak menikmati kesenangan. Yang disebut menikmati kesenangan itu adalah kenikmatan yang bersifat rangsangan yang ujungnya membawa penderitaan. Bernyanyi dan menari adalah kesenangan, bisa membuat hati jadi senang, tapi kesenangan ini berasal dari luar diri, sedangkan kebahagiaan berasal dari dalam batin.

Membina diri itu harus dimulai dari mana? Yakni memulainya dari tidak mengelabui diri sendiri dan orang lain. Selain itu hendaknya bisa mengubah cinta individu menjadi cinta kasih universal, bukan hanya manusia yang membutuhkan kasih sayang, namun pepohonan, bunga dan rumput, gunung dan lautan serta permukaan tanah, semua ini juga membutuhkan kasih sayang dari kita.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

我們處事待人接物要用真心,不能用妄心,儒家講真心就是《中庸》,《大學》、《中庸》,《大學》是講方法,是對外的;《中庸》是講理論,是對內的。讀書,書讀明白了、讀懂了要起用,用在哪裡?用在修身,修身就是我們講的,要讓我們這一生身體健康長壽,歡喜快樂,才像個人,不能一天到晚愁眉苦臉的,不是,人生要快樂。

孔子不亦悅乎,悅,他沒有說不亦樂乎。樂,外面來的刺激,唱歌跳舞很快樂,是外面的,悅是內心,那個樂是從裡面往外面出來的,不是從外頭感染到裡面,外面感染裡面叫樂,裡面流出來的這個叫悅,喜悅。治身就是修身。修身我們要的什麼?要的清淨心、真誠心、平等心。從哪裡下手?從不自欺下手,我不欺騙自己,從這下手,不能不知道,要認真學習。

縛於情愛,就把情愛解放了、解脫了,變成汎愛眾,不但凡是人皆須愛,樹木花草、山河大地,一切萬法統統都愛。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13

 


 
 
Mengenai buku yang berjudul “Saling memuji diantara sesama anggota Sangha”, saya sangat berterimakasih pada Venerable Honglin, beliau menggunakan waktu selama belasan tahun untuk mengumpulkan bahan dan disusun menjadi buku ini, dari halaman awal hingga akhir mengupas tentang kisah sepanjang hidupku.

Saya sendiri bahkan sudah melupakannya, ketika membuka lembaran demi lembaran halaman buku, seolah-olah kembali ke masa silam, waktu berjalan terbalik. Belakangan ini saya menggunakan waktu sebulan, melihat buku ini dari halaman awal hingga akhir, sungguh berterimakasih.

Saya berterimakasih, oleh karena baik di dalam maupun luar negeri, orang-orang yang tidak memahami diriku, yang menfitnah diriku, yang menghina diriku, saya merasa begitu berterimakasih pada mereka, tiada kebencian sama sekali di hatiku, justru menurutku mereka ini adalah jelmaan Bodhisattva, untuk menyempurnakan Ksanti Paramita atau kesabaranku.

Di dalam “Sutra Intan” disebutkan tentang kisah “Pertapa Kesabaran” yang dimutilasi Raja Kalinga, andaikata tanpa kehadiran Raja Kalinga ini, bagaimana “Pertapa Kesabaran” dapat menyempurnakan Ksanti Paramita-nya?

Raja Kalinga membunuh “Pertapa Kesabaran”, tetapi Pertapa Kesabaran sama sekali tidak membencinya, juga tidak ada niat balas dendam, sehingga Ksanti Paramita-nya jadi sempurna.

Kalau tidak melewati ujian ini, bagaimana anda bisa mengetahui sampai di mana tingkat kesabaranmu? Saya sendiri selama sepuluh tahun ini, amat bersukacita, sangat berbahagia. Setiap orang yang datang mengkritik diriku, tak peduli itu adalah benar atau tidak benar, semuanya adalah Bodhisattva, seluruhnya adalah Buddha, saya sangat berterimakasih.

Saya telah berhasil melangkah di jalanku ini, sungguh kebahagiaan yang tiada bandingnya, keberuntungan yang tiada bandingnya, begitu banyak orang baik yang datang membantuku supaya bisa berhasil. Ini adalah perkataan yang setulusnya.  

Maka itu setelah memahaminya dengan jelas, menfokuskan perhatian di dalam pelatihan diri, membangkitkan keyakinan dan tekad melafal Amituofo, siang malam 24 jam, tak peduli kapan saja dan di mana saja, dalam hati melafal Amituofo berkesinambungan tak terputus, menjalani kehidupan dengan apa adanya, menuruti jodoh.

Jodoh itu ada jodoh baik dan jodoh buruk, semua ini dituruti dan menerima apa adanya, dengan batin yang seimbang menuruti jodoh, dengan hati yang suci menuruti jodoh, senantiasa berbahagia dalam Dharma, senantiasa membangkitkan perasaan sukacita.        

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

《僧讚僧》這本書,我非常感激宏琳法師,他用了十幾年時間蒐集資料編成這部書,這部書從頭到尾都講我一生的故事。我自己早都忘掉了,打開這本書就好像回到過去,時光倒流。最近我花了一個月的時間,從頭到尾看了一遍,非常感恩。我感恩國內外有一些對我不了解的人、毀謗的人、侮辱的人,我對他們很感激,我沒有怨恨心,我覺得這些人都是菩薩,來成就我忍辱波羅蜜。《金剛經》上給我們講的,忍辱仙人,歌利王,沒有歌利王,怎麼能成就忍辱波羅蜜?歌利王把這個忍辱仙人殺了,殺了,沒有瞋恚心,沒有報復的念頭,成就了。不通過這一關,你自己怎麼會知道?我這十年來,很歡喜,很快樂。每一個批評我的人,不管是對是不對,統統是菩薩,統統是佛陀,我感恩。我這條路走通了,無比的快樂,無比的幸運,這麼多好人幫助我、成就我,真的不是假的。所以明白了,搞清楚搞明白了,一心修道,就是我們一心修道,信願持名,二六時中,無論什麼時候,無論什麼場所,心裡面這句佛號不間斷,生活隨緣,緣有善緣、有惡緣,統統都隨,用平等心隨緣,用清淨心隨緣,法喜充滿,常生歡喜心。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13



Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016 (Bgn 2)


Bodhisattva dalam membebaskan manusia dari penderitaan, cara yang terbaik adalah menyelenggarakan pendidikan kesusilaan. Tempo dulu ketika kami masih duduk di bangku sekolah, di dalam buku sekolah pernah tercantum kisah Wu Xun yang merupakan seorang pengemis.

Orang-orang memberinya uang, dia mengumpulkannya buat mendirikan sekolah, mengundang guru yang mempunyai etika moral untuk menjadi tenaga pendidik.

Wu Xun sendiri tidak pernah mencicipi pendidikan sehingga jatuh jadi pengemis, namun dia merupakan pengemis yang suka belajar, sehingga bercita-cita membangun sekolah, oleh karena dirinya sendiri tidak sanggup menjadi tenaga pendidik, maka itu ketika melihat ada calon guru yang sesuai, dia akan pergi berkunjung dan berlutut di depan rumah guru tersebut, memohon dan menggugah agar bersedia menjadi tenaga pengajar di sekolahnya.

Pengemis ini tidak memiliki tujuan lain, namun cita-citanya adalah demi mendidik generasi penerus, bayangkan, betapa mulianya, para hartawan jadi tergugah oleh tindakannya, sehingga bukan saja satu gedung sekolah yang berdiri, pengemis juga bisa menjadi insan suci.

Sepanjang hidupnya, Konfusius juga menjadi penyelenggara pendidikan, Wu Xun juga berhasil mewujudkannya, bedanya cuma Konfusius sendiri langsung menjadi tenaga pengajar, sedangkan Wu Xun mengundang orang lain jadi tenaga pengajar.

Dengan ketulusan dan perasaan hormat Wu Xun mengundang calon guru di sekolahnya, setiap guru juga memikul beban tanggung jawab, mendidik murid-muridnya dengan baik.

Manusia di dunia ini, yang paling utama mesti memahami adanya kelahiran dan kematian, setiap orang takkan berdaya menghindarinya, masalah kelahiran dan kematian ini pasti bisa disaksikan langsung dengan mata kepala sendiri.

Ayah dan anak, abang dan adik, suami istri dipisahkan oleh kematian, saling menangisi, siapa yang bisa terhindar darinya? Tidak ada satupun.  

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

菩薩救苦救難,最重要的救苦救難怎麼救法?最好的方法、最重要的方法,辦學。中國歷史上出現一個武訓,從前小學教科書裡頭有,現在大概沒有了,以前有,我們讀小學的時候有,讀過武訓這篇教科書。叫化子,人家供養他的錢,他拿來辦學校,請這些有道德有學問的人來教書。他自己沒有受過教育,所以淪落到乞丐,乞丐也要興學、也要辦學校,自己沒有能力教,有能力教的人,去跪到他門口長跪,求他出來,感動人。一個乞丐不為別的,為下一代著想,你說這個多偉大,這些富有人家都被他感動,不止辦一所,乞丐也能作聖人。孔老夫子一生辦學,武訓也能做到,夫子是自己教,武訓是請別人教,真誠恭敬心去禮請,每個老師都負責任,都把這些孩子們教好,不容易。

人在世間,頭等大事就是知道有生有死,這段經文就告訴我們這個信息,任何一個人無法避免的,生死之事,必自見之,你親身去體會,父子、兄弟、夫婦,死別之時,互相哭泣,誰能夠避免?沒有一個。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13



 

Makhluk awam di enam alam tumimbal lahir, tidak mengetahui bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah berupa khayalan semu, menyangka bahwa semua ini adalah nyata adanya.

Kita yang berada di dalamnya, sungguh sedang berada di dalam alam mimpi. Dengan perkataan “mimpi”, anda akan mudah memahaminya, anda mempunyai pengalaman berada dalam mimpi, tetapi begitu terbangun dan membuka mata, kita masih saja berada di dalam mimpi, terhadap segala fakta kebenaran justru tidak memahaminya, masih saja sibuk memperebutkan ketenaran dan keuntungan, menciptakan berbagai karma buruk. Sebaliknya kalau benar-benar sudah siuman, maka akan berdana dan melakukan karma baik. 

Karma buruk kelak berbuah dengan jatuh ke tiga alam rendah, karma baik mengantar pada kelahiran di tiga alam bajik, masih juga tidak mampu keluar dari enam alam tumimbal lahir, penderitaan enam alam tumimbal lahir ini sudah kenyang anda cicipi, lantas bagaimana?

Maka itu tujuan utama dari belajar Ajaran Buddha adalah mengakhiri tumimbal lahir. Andaikata anda tidak bermaksud keluar dari enam alam tumimbal lahir, maka anda ini sudah salah besar.

Kita telah bersua dengan Pintu Dharma terunggul, ini berkat pelatihan diri selama kalpa yang tak terhingga, tanpa jodoh begini mustahil anda bisa bersua dengannya, maka itu hendaknya memperkokoh keyakinan hati, tiada keraguan sama sekali, membangkitkan keyakinan dan tekad melafal Amituofo, berniat terlahir ke Alam Sukhavati, takkan ada seorang pun yang tidak berhasil, begini barulah betul.

Kalau memang sudah siuman (sadar dari mimpi) maka dalam kehidupan ini mesti menggenggam erat kesempatan ini, saya mesti terlahir ke Alam Sukhavati, dengan demikian barulah bisa mengakhiri tumimbal lahir, bukan hanya itu saja, bahkan juga berhasil melampaui Dasa Dharmadhatu.  

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

六道凡夫,不知道世間萬物都是幻夢空花,誤為實有,誤會,天大的誤會。我們在這裡頭是什麼?真的是在作夢。夢你容易懂,你有作夢的經驗,我們睜開眼睛是在作夢,對於真相一無所知,還在這裡頭爭名奪利,造惡業,明白了,布施供養造善業。惡業來世三惡道,善業來世三善道,出不了六道輪迴,六道裡頭的苦夠你受的,怎麼辦?所以學佛第一個目的是要離開六道輪迴。你在佛陀這個學校裡,小學畢業了,在佛法裡名詞叫證阿羅漢果,你超越六道輪迴了,要真幹,你要不超越六道輪迴,你就錯了。

我們遇到的法門無比的殊勝,這是無量劫修來的,沒有這個緣分你遇不到,你遇到有堅定的信心,沒有絲毫懷疑,信願持名,一直念下去,求生淨土,沒有一個不成就,這是對的。真正覺悟了,這一生一定掌握,我要往生極樂世界,那就超越六道,不但超越六道,超越十法界。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13




 

Usia manusia di dunia ini ada batasnya, panjang atau pendek umur manusia juga sudah ditentukan sebelumnya, peramal juga ada yang ahli, kalau yang ahli biasanya ramalannya tepat. Tetapi apakah ahli nujum dapat meramal nasibnya sendiri? Justru dia tidak mampu meramal nasibnya sendiri, dia harus mencari orang lain untuk meramal nasibnya.

Yang namanya nasib itu sudah ditentukan sebelumnya, tetapi dia juga bisa berubah, seperti yang disebutkan di dalam sutra Buddha, “Segala sesuatu muncul dari hati dan pikiran”, demikian pula dengan nasib manusia, berubah mengikuti perubahan niat pikiran. 

Dengan niat pikiran yang baik maka nasib pun akan berubah jadi baik; sebaliknya dengan niat pikiran yang jahat, nasib baik akan berubah jadi apes. Maka itu nasib jelek bila menimpa seorang praktisi yang serius melatih diri, tetapi nasib jelek ini malah akan berubah jadi membawa peruntungan baginya.

Maka itu di dunia ini tidak hal yang tidak bisa berubah. Klasik pertama Tiongkok adalah berjudul “Yijing (buku perubahan)”, tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah. Segala fenomena berubah dengan cepat.

Apabila anda mampu mempertahankan niat pikiran baik, meskipun cuma beberapa menit saja, maka ini sudah sungguh sulit diperoleh, apalagi bisa mempertahankan niat baik untuk jangka panjang, maka bagaimana mungkin nasib anda tidak berubah jadi baik? Kian lama hasilnya kian tampak jelas.

Nasib itu ada di tangan siapa? Ada pada diri sendiri, bukan di tangan orang lain. Kebenaran ini tidak boleh tidak dipahami. Kita datang ke dunia ini adalah dikarenakan kekuatan karma, baik karma baik maupun karma buruk yang dilakukan pada masa kelahiran lampau, sementara itu diri sendiri tidak sanggup menjadi majikan bagi diri sendiri.   

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

世間人生死都有個定數,壽命長短真有定數,看相算命有高手、高明的,確實算得很準確。但是,中國古人有一句話說得好,「當局者迷,旁觀者清」。看相算命的能不能給自己算?給自己算就不靈了,他要找別人給他算,他沒有辦法算自己,自己是當局,別人是客觀,站在對方,客觀。命它有數,有數換句話說,它也不是一成不變。還是佛經講得好,「一切法從心想生」,人的命運也跟著念頭轉,隨著念頭生,念頭善,他的命運往好的這方面轉;念頭不善,心行不善,好命運變成壞命運,會變的。所以說,不好的命運遇到高明的人,他真能夠修行,他還是能修得大富大貴。所以世間沒有一成不變的法。中國第一部經叫《易經》,易就是很容易,很容易產生變化,沒有一樣東西是不變的。你看這一段經文裡面,我們所體會到的,這變化多快,所有一切現象的變化都是在二千二百四十兆分之一秒完成的。速度太快了!你這個善念要能保持個幾分鐘,幾秒鐘都很難得,要長年保存,你的命運怎麼會不改變?哪有這種道理?時間愈長變化愈明顯。

命運掌握在誰的手裡?在自己,不在別人。這個道理不能不懂。我們到這個世間來,那是業力來的,過去善業惡業,善惡業來的,自己做不了主。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13


Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016 (Bgn 1)



Kini hubungan antar manusia kian hambar dan tipis, apa yang kami lihat dan kami dengar, bahkan di televisi juga sering diberitakan, jalinan suami istri bagaikan permainan anak-anak, menikah belum sampai dua bulan sudah bercerai, bukankah ini permainan anak-anak? Budi dan cinta kini tiada lagi, manusia sudah sampai begitu dungunya hingga tidak punya akal sehat lagi, sungguh memprihatinkan.

Sebelumnya kita telah membahas, “Para pendahulu, mereka tidak bertemu Buddha Dharma, tidak mengerti kebenaran alam semesta dan kehidupan manusia, maka itu melakukan banyak karma buruk. Mereka tidak mengenal Buddha Dharma, tidak mengerti belajar Ajaran Buddha, juga tidak ada kalyanamitra yang membimbing mereka, di dalam kondisi demikian tidak dapat menyalahkan mereka”.

Ucapan ini hendaknya diingat di dalam hati, barulah hari-hari di dunia ini lebih gampang dilewati, yang namanya cobaan itu setiap hari pasti ada, lantas bagaimana kita menghadapinya? Yakni dengan mengulangi kalimat di atas, barulah batin kembali jadi seimbang, oleh karena orang yang menyakiti kita itu, tidak ada yang mendidiknya.

Tiongkok memiliki sejarah berusia lima ribu tahun, memiliki kebudayaan yang indah, dari mana datangnya? Yakni dari pendidikan kesusilaan warisan leluhur yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, sejak beribu-ribu tahun yang silam.

Pendidikan bukan saja mencakup ilmu pengetahuan di sekolah, tetapi juga mencakup pendidikan kesusilaan, mengapa demikian? Masyarakat tempo dulu, sejak kecil telah dididik dengan disiplin, baik dalam berpikir, berkata dan bertindak.

Jadi meskipun tidak pernah bersekolah juga tidak masalah, lihatlah ayahbunda anda di rumah, kakek dan nenek, paman, satu keluarga, dalam kehidupan keseharian lihatlah bagaimana mereka menerapkan etika moral, mengamalkan teori budi pekerti yang dipelajarinya.

Usiaku ini masih sempat mencicipi sedikit pendidikan budi pekerti, saat itu merupakan 16 tahun sejak berdirinya pemerintahan Tiongkok Nasionalis, yang berarti pendidikan dan budaya warisan leluhur sudah diabaikan selama 16 tahun lamanya, meskipun demikian pengaruh budi pekerti masih berkembang di dalam masyarakat.

Masih tampak ayah penyayang dan anak berbakti, abang menyayangi adik dan adik menghormati abang, suami istri hidup harmonis, keluarga indah sempurna, keluarga harmonis pasti berjaya.

Ini bukan dipelajari di sekolah, namun dalam kehidupan keseharian bisa kelihatan, bagaimana masyarakat memberikan contoh teladan yang baik. Namun pemandangan ini lambat laun jadi sirna, ketika meletusnya perang melawan penjajahan Jepang, budaya ini masih berkembang, namun ketika memenangkan perang, pemandangan tersebut tidak tampak lagi, hubungan antar manusia tidak harmonis lagi.

Usia sepertiku ini masih memahami bahwa hubungan guru dan murid adalah serupa dengan hubungan ayah dan anak, sekarang mana ada lagi hal begini, sungguh sulit ditemukan, ini merupakan kemerosotan moral.

Kehidupan masyarakat yang bajik, kini sudah tidak tampak lagi, gaya hidup sudah menjurus pada budaya barat, belajar pada orang barat, sudah terbalik dengan pendidikan dan budaya warisan leluhur Tiongkok, hari-hari begini bagaimana bisa dilewati?

Kalau tidak sudi belajar, bagaimana anda bisa memahami pendidikan dan budaya warisan leluhur, melihat gaya hidup sekarang yang kebarat-baratan, sudah meniru secara keseluruhan.

Budi dan hubungan antar manusia, pepatah jaman dulu berkata, budi dan hubungan antar manusia lebih tipis dari sehelai kertas, apalagi waktu sekarang ini, lebih tipis lagi.

Kini bagaimana bentuk hubungan antar manusia? Yakni yang dibangun berdasarkan saling menguntungkan atau saling merugikan, jadi kalau bukan atas dasar keuntungan sehingga menjalin hubungan pertemanan, maka atas dasar merugikan sehingga mengikat jalinan permusuhan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

現在人與人的關係非常淡薄,我們看到、聽到,電視裡頭也常常有報導,夫妻真的是兒戲,結婚不到兩個月離婚了,這不是兒戲嗎?那種恩情義都沒有,人真叫糊塗到所以然處,非常可悲。

父子,前面我們讀過,「先人無知,不識道德,無有語者,殊無怪也」,這四句話要熟記在心頭。這個世間的日子不好過,挫折天天有,要怎麼看待?這四句話念一遍,心平氣和,沒人教。中國有五千年的歷史,有世界上最優秀的文化,從哪來的?從幾千年來世世代代都受過教育,教育不僅僅只包括讀書,不讀書他也受到良好的教育,為什麼?古老的社會,每個人從小思想言行都受過最好的薰陶,沒有念過書不要緊,你看看你家裡的父母、祖父母、叔叔伯伯這一家人,日常生活當中你就學到了,他們都把經書裡面的教訓落實在生活,做到了。

我這個年齡沾一點邊,那個時候民國建國十六年,也就是說我們把傳統的教育丟掉十六年了,可是社會風氣還在,我們在那種環境、風氣薰陶之下出生成長,看到了,看到父慈子孝,看到兄友弟恭,看到夫婦和合,家庭美滿,這家和萬事興。這不是在學校教的,這日常生活當中看到的,每個人都是榜樣。這種風氣到什麼時候沒有了?抗戰時期還有,勝利之後沒了,再也看不到了,人與人那種情義沒有了。我這一代還懂得師徒如父子,我對於老師、對於老師的夫人,心目當中跟父母沒有兩樣,老師的兒女跟我們親兄弟沒有兩樣,現在找不到了,現在這個社會普遍看不到了,極少數也不容易遇到,很難得,這叫世風日下。善良的風俗習慣在這個時代斷絕了,現在這個世界社會颳的是西洋風,向西方人學習,跟中國傳統文化完全相反,這個日子怎麼過?不讀書,你對於中國傳統文化毫無所知,看到現代的風氣跟西方沒兩樣,完全學過來了。人情,過去有一句話說人情如紙張張薄,還有,現在張張沒了,一張也找不到了。現在人與人之間什麼關係?利害的關係,就兩個字。不是利的結合,就是害的結合。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13




 
 
Praktisi Ajaran Buddha yang serius membaca sutra, membaca buku-buku ajaran insan suci dan bijak, dapat menemukan bahwa apa yang tercantum di dalam buku, dalam kehidupan nyata tidak dapat ditemukan dalam interaksi antar manusia.

Meskipun demikian, kita tetap giat berusaha belajar pendidikan budi pekerti, memahami Hukum Sebab Akibat, walaupun keadaan masyarakat kini sudah rusak, namun kita tetap serius mempelajari etika moral tersebut, menyebarluaskannya, takkan menderita kerugian juga takkan tertipu.

Kita yakin pada Hukum Karma, menderita kerugian dan tertipu adalah bentuk pelunasan hutang, pada masa kehidupan lampau, saya juga memperlakukannya begini, saya memetik keuntungan darinya sehingga dia menderita kerugian, pada masa kelahiran sekarang, dia balas memetik keuntungan dariku sehingga diriku harus menderita kerugian, satu hutang dibayar satu pelunasan, persoalan jadi tuntas sudah, jadi janganlah malah menyalahkannya.

Pendidikan etika moral, paling tidak sudah terabaikan selama lima generasi, 20 tahun adalah satu generasi, 5 generasi adalah 100 tahun, tidak ada yang mendidik.

Usia sepertiku ini, meskipun tidak ada yang mendidik, tapi di dalam masyarakat masih tampak contoh teladan yang baik, saat usiaku masih kecil dapat melihatnya, maka itu sejak kecil giat berusaha meniru teladan yang baik, sampai sekarang juga tidak pernah mengabaikannya, orang begini barulah punya pahala. Dari mana datangnya pahala?

Kalau dibandingkan dengan orang tempo dulu, tentunya pembinaan diri masih jauh dan tak sebanding, tetapi kalau dibandingkan dengan orang masa kini, maka tentunya lebih bagus, masih punya hati nurani, niat pikiran yang baik lebih banyak dari pada niat pikiran buruk; dalam bertutur kata, ucapan baik lebih banyak daripada ucapan buruk; tubuh jasmani, lebih banyak melakukan perbuatan baik, begini sudah bagus. 

Kalau menghendaki pembinaan diri sampai tahap sempurna, maka ini merupakan pembina senior, orang yang memiliki ketrampilan melatih diri, sedangkan orang yang tidak punya ketrampilan melatih diri tidak sanggup mewujudkannya.

Melatih diri adalah meluruskan baik pikiran, ucapan dan tindakan yang menyimpang, yang tidak baik. Manusia hidup di dunia ini, harus memiliki tujuan, harus mempunyai arah, barulah dalam menjalani hidup ini akan terasa bahagia, sebaliknya bila tidak mempunyai tujuan, tidak punya arah, terombang-ambing dalam lautan luas yang tanpa tujuan, tidak punya ketetapan hati, curiga dan kekhawatiran yang berlebihan, tidak punya rasa aman.

Dunia ini bagaikan lautan yang luas, kebiasaan masyarakat merupakan ombak, apakah anda mempunyai tempat untuk menginjakkan kaki? Apakah anda takkan terombang-ambing? Tidak bisa. 

Sebagai orang Tionghoa, masih begitu beruntung bisa bersua dengan ajaran insan suci dan bijak jaman dulu, yang isinya memberitahukan pada kita tujuan hidup manusia, makna kehidupan manusia, anda belajarlah baik-baik.

Mengapa kita perlu mempelajarinya? Apabila anda mempunyai kesempatan untuk mempelajarinya, yakni menerima ajaran insan suci dan bijak jaman dulu, maka jalan yang anda telusuri merupakan jalan yang ditempuh oleh insan suci dan bijak, tujuan anda adalah menjadi insan suci dan bijak. 

Menjadi insan suci dan bijak tidak ada kaitannya dengan kedudukan atau pangkat, juga tidak ada hubungannya dengan harta kekayaan, pada masa kehidupan ini anda bisa memperoleh kebahagiaan, ini adalah seperti yang dikatakan oleh orang tempo dulu sebagai pembinaan diri.

Membina diri itu termasuk mensucikan mulut, pikiran dan tubuh jasmani, takkan membiarkannya melakukan kejahatan, betapa bahagianya dirimu. Seperti di dalam “Lunyu (Analects)”, Konfusius menyebutkan bahwa “Dapat menerapkan teori yang dipelajari ke dalam kehidupan keseharian”.

Dengan pikiran yang baik barulah ucapan jadi baik, barulah perbuatan jadi baik, inilah yang disebut sebagai orang baik. Menjadi orang baik, seperti yang diucapkan Konfusius sebagai “betapa bahagianya”.  

Benar-benar dapat menjadi orang baik, orang baik berbahagia, takkan mempunyai kekhawatiran, tidak memiliki kekotoran batin, tidak mempunyai kebencian, orang baik juga takkan iri hati, dia senantiasa berbahagia!   

Meskipun menderita kerugian tetapi dia tetap berbahagia, dia tidak mempunyai kedudukan dan harta kekayaan, walaupun menderita kerugian dalam menjalani kehidupan, namun dia tetap berbahagia.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

學佛的人真正讀經,讀聖賢書,可以在書裡面找到,日常生活處事待人接物裡頭找不到。但是學會了倫理道德,明瞭因果教育,雖然世風敗壞了,我們還認真努力去學習,把倫理道德做出來,不吃虧,不會上當。我們相信因果,吃虧上當那是還債,過去生中我跟他往來,我佔便宜他吃虧,今生遇到了,他佔便宜我吃虧,一報還一報就了了,決定不能怪他。教育,至少我們丟掉五代了,二十年是一代,五代是一百年,沒人教。我這個年齡,雖沒有人教還看到,小時候看到。如果從小看到了就很認真的學習,一直到現在還沒有丟掉,這個人有福報,福報從哪來的?比古人比不上,比現在人好,還有點良心,善的念頭比不善的念頭多;說話,說好話比說壞話的人也多;身體,幹好事比幹壞事的也多,這就好。做到純淨純善,那是修行人,那是有功夫的人,沒有功夫的人做不到。

修行一定要記住這兩個字真正的意義,修是修正、是修理,行是錯誤的行為、不好的行為,不好的思想是意業的行為,不善;言語,口業的行為;動作是身業的行為,身語意三業行為不正,行為錯誤了把它修正過來叫修行。人生在世要有個目標,要有個方向,他這一生會很快樂,如果沒有目標、沒有方向,盲目在大海裡頭漂泊,心不踏實,疑慮很多,沒有安全感。這人世間是個大海,風氣是波浪,你能有立足之處嗎?你能不漂泊嗎?做不到。做中國人,現在講還得很幸運能遇到古聖先賢的教誨,這裡頭告訴我們人生的方向、人生的目標、人生的意義,你好好去學、好好去讀。為什麼要去學?為什麼要去讀?你有這些機會時間去讀誦、去學習,這就是接受古聖先賢的教育,你走的道路是聖賢的道路,你的目標是成聖成賢。

成聖成賢與地位不相干,與財富不相干,你這一生確實能得到幸福快樂,這就是古人所說的修身。這個身包括口,包括意,就是身口意三業沒有過失,你多快樂,你多幸福。確實,夫子的一句話,第一句話,《論語》,「學而時習之」,從古聖先賢那裡學來,習是怎麼樣?落實了,落實在我心裡,就是純正的思想,善念,在念頭上。存好心你才會說好話,你才會行好事,這就做好人。做好人,夫子說的,「不亦說乎」。真正做好人,好人快樂,好人沒有憂慮,好人沒有煩惱,好人沒有怨恨,好人沒有嫉妒,他快樂!縱然是乞丐他也會非常快樂,他沒有地位,他沒有財富,乞丐過生活快樂,有真快樂的。

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13

 


 

Ketika kami berada di Taichung mengikuti Guru Li belajar Ajaran Buddha, guru pernah menceritakan sebuah kisah, saya lupa nama orangnya, pengemis ini hidup pada awal masa pemerintahan Tiongkok Nasionalis.

Putra dari pengemis ini adalah seorang pedagang dan juga seorang hartawan, sehingga banyak orang yang mengkritiknya, anda sebagai anak kenapa tidak berbakti, tega membiarkan ayahmu mengemis di luar sana, anda mempunyai banyak harta benda tapi malah tidak tahu mengurus ayah sendiri, dasar anak durhaka.

Kemudian putra pengemis ini mengutus orang untuk mencari dan membawa pulang ayahnya, lalu menjaganya dengan baik, bahkan juga menggaji pelayan khusus menjaga dan meladeni keperluan sang ayah.

Si ayah yang sudah tinggal sebulan di dalam rumah, sudah tidak betah lagi, ketika pengawasan agak longgar, dia segera melarikan diri keluar lalu mengemis lagi. Mengapa bisa demikian? Bahagia! Setiap hari dia begitu bebas, berkelana dan menikmati panorama alam, di dalam hatinya tiada kekhawatiran sama sekali.

Guru Li menceritakan kisah ini kepada kami, kami dapat merasakannya, maka itu manusia hidup di dunia ini, apa yang dia butuhkan? Mesti bahagia. Orang miskin mempunyai kebahagiaan sebagai orang miskin, orang kaya juga mempunyai kebahagiaan sebagai orang kaya, manusia bila tidak punya banyak keinginan maka kepribadiannya jadi mulia, terhadap dunia ini takkan mendambakan, melewati hari demi hari dengan apa adanya, bebas dan leluasa, ini bukan bisa dibeli dengan uang. Lantas apa?

Kesucian hati, kepribadian insan suci dan bijak, semuanya ini dimilikinya, sikap Konfusius yang lembut, bajik, hormat, bersahaja dan mengalah, pengemis tadi telah berhasil mengamalkannya.

Apa yang dimaksud dengan mengalah? Yakni sepanjang hidup di dalam hatinya takkan ada perasaan dendam dan permusuhan, tidak ada musuh kerabat penagih hutang, semuanya sirna sudah, maka itu bagaimana dia tidak merasa bahagia?

Di dalam keluarganya, dia sanggup menggugah dan mempengaruhi seluruh anggota keluarga, di dalam keluarga ada insan suci dan bijak, merupakan teladan yang baik, tidak lama kemudian, setiap anggota keluarga juga akan menirunya, melepaskan dosa, lobha dan moha, menerapkan kemuliaan, kebenaran, kesusilaan, kebijaksanan dan dapat dipercaya, kalau sudah menerapkan “Lima Kebajikan” ajaran Konfusius ini, bagaimana mungkin dia tidak merasa bahagia!      

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 November 2016

早年我們在台中學佛,跟李老師,老師說了個故事,我忘掉了,姓名忘掉了,有名有姓,而且就是民國初年的人,是個要飯的乞丐。兒子經商,做生意發財了,有很多人說他,你這個兒女,你爸爸在外面討飯,你有這麼多的財富不知道供養爸爸,說他不孝。他派了好多人到處去找,把爸爸找回來了,找回來在家裡供養他吃住,還有人伺候。他爸爸在家裡住了一個月,當人家沒有防備的時候,他又溜了,又跑去要飯了。什麼原因?快樂!每天遊山玩水,心裡頭一點牽掛沒有,快樂。

李老師當時把這樁事情講給我們聽,我能夠感受到,所以人活在世間要什麼?要快樂、要幸福。貧賤有貧賤的快樂,富貴有富貴的快樂,人到無求品自高,對這個世間沒有希求,隨緣度日,逍遙自在,那不是有錢買得來的。這是什麼?清淨心,聖賢的品德他統統具足,夫子的溫良恭儉讓,乞丐做到了,溫和、善良、恭敬、節儉、忍讓,什麼都能讓,一生心裡頭沒有怨恨,沒有冤親債主,全都化掉了,他怎麼不快樂?他在家庭裡面感化一家,家庭有個聖賢人,好模樣,日久天長,個個人都學會了,貪瞋痴放下了,仁義禮智信落實了,他怎麼會不快樂!

文摘恭錄 淨土大經科註(第四回)  (第四O一集)  2016/11/13